Kamis, 26 Juni 2014

Faedah hadist ke 4

�� Faidah Hadits

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.

قال النبي صلى الله عليه وسلم : اتقوا الظلم فإن الظلم ظلمات يوم القيامة. أخرجه البخاري ومسلم واللفظ له.

Hadits ini berisi peringatan & bahaya perbuatan zhalim sekaligus anjuran untuk berbuat adil (lawan dari zhalim).

Definisi zhalim adalah memposisikan sesuatu bukan pada tempatnya.

Dan perlu diketahui bahwa Islam tidak mengajarkan kezhaliman. Akan tetapi, Islam mengajarkan keadilan. Sebagaimana firman Allah : "Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil." (Qs. An-Nahl: 90)

Bahkan Allah menafikan sifat zhalim pada diri-Nya dan melarang hamba-Nya dari hal tersebut.

Sebesar-besar zhalim adalah perbuatan syirik. Sebagaimana firman Allah:
"Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar." (Qs. Luqman: 13).
Dan sebesar-besar perbuatan adil adalah mentauhidkan Allah, baik dalam hal Rububiyah, Uluhiyah, maupun Asma wa Shifat.
Darisini kita bisa simpulkan bahwa para nabi & rasul yang diutus oleh Allah, mereka semua mengajarkan keadilan (yaitu tauhid) bukan kezhaliman (yaitu syirik).

Dan termasuk larangan adalah berbuat zhalim terhadap orang lain. Mungkin -di dunia- si pelaku bisa bebas berbuat zhalim karena merasa memiliki kekuatan & kemampuan. Namun, di akhirat kelak, kekuasaan & kekuatan secara mutlak hanya milik Allah semata. Dia-lah yang akan menegakkan keadilan diantara hamba-hamba-Nya yang berbuat zhalim. Yaitu dengan mengurangi pahala amalannya dan dipindah ke amalan pihak yang dizhalimi sebagai balasan atas perbuatannya. Dan bila masih kurang, amalan buruk orang yang dizhalimi akan berpindah padanya.
Sungguh betapa gelap perasaannya disaat hal itu terjadi.
Na'udzubillah min dzalik.

Dan termasuk larangan adalah perbuatan zhalim seorang hamba terhadap dirinya sendiri yaitu dengan mengerjakan maksiat dan meninggalkan ketaatan. Dia lebih memilih kesenangan dunia yang sesaat ketimbang nikmat akhirat yang hakiki nan abadi. Sungguh merugi orang seperti ini.

Ketahuilah bahwa orang yang berbuat zhalim sudah dihukum oleh Allah di dunia dengan kegelapan yang hakiki. Yaitu kegelapan hati yang membuat hati itu buta, dimana ia melihat perkara yang mungkar menjadi ma'ruf, yang ma'ruf menjadi mungkar, tidak menerima nasehat, tidak bisa mengambil manfaat dari petunjuk Allah & Rasul-Nya.

Oleh karenanya, waspadalah terhadap perbuatan zhalim sekecil apapun, baik yang terkait hak Allah, hak makhluk, atau bahkan terkait dengan diri sendiri. Jangan sampai kegelapan meliputi kehidupan kita.

ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرين. ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.
والله تعالى أعلم.
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك.
وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

&Adis: HSI 1.19:Bersumpah Dengan Selain Nama Alloh

Adis: HSI 1.19:Bersumpah Dengan Selain Nama Alloh

Rabu, 25 Juni 2014

Faedah hadist 3

�� Faidah Hadits

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.

قال النبي صلى الله عليه وسلم : اتقوا النار ولو بشق تمرة. متفق عليه.

Allahu Akbar ... Betapa indahnya syariat Islam. Tidak ada satu sebab pun yang berpotensi untuk mengantarkan manusia kepada surga dan menjauhkannya dari api neraka melainkan telah dijelaskan oleh Allah & Rasul-Nya shallallahu'alaihi wasallam. Seperti hadits ini, yang berisi anjuran bersedekah -yang merupakan sebab dijauhkan dari api neraka- meski dengan hal-hal yang dianggap remeh oleh sebagian manusia.

Bukan terbatas pada kurma saja. Akan tetapi, mencakup sedekah secara umum. Bahkan, sesuap makanan yang dibelikan suami kepada istrinya juga termasuk sedekah. Adapun penyebutan kurma dalam hadits ini adalah karena kurma merupakan makanan pokok penduduk Hijaz (Madinah, Mekah, dan sekitarnya).

Dalam riwayat lain terdapat tambahan:
فإن لم تجدوا فبكلمة طيبة
Artinya:
Bila kalian tidak memilki (sesuatu yang bisa disedekahkan meski separuh kurma) maka (jaga diri kalian dari neraka) dengan kata-kata yang baik.

Subhanallah. Ketika ada seorang peminta sedekah & kita tidak memiliki sesuatu yang bisa disedekahkan, maka jangan cerca dia dengan kata-kata yang buruk. Akan tetapi, berkatalah yang baik yang bisa menyejukkan perasaannya (karena tidak ada sedekah) karena hal itu bisa menjadi sebab kita terjaga dari api neraka.
Dan "perkataan baik" disini bersifat umum. Bisa berupa kalimat yang berisi petunjuk, atau penyelesaian sebuah permasalahan, atau perbaikan hubungan antara dua pihak yang berselisih, atau kalimat penenang bagi orang yang sedang marah, dll.

Oleh karenanya, marilah kita saling berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan selagi masih diberi kesempatan untuk beramal di dunia ini, khususnya di bulan Ramadhan nanti. Jangan malu-malu untuk bersedekah. Iringi sedekah Anda dengan rasa ikhlas hanya untuk Allah & berharap semoga Allah menerimanya sehingga bisa menjadi sebab dijauhkannya Anda dari api neraka.

اللهم إنا نسألك علما نافعا ورزقا طيبا وعملا متقبلا
اللهم إنا نسألك الجنة وما قرب إليها من عمل ونعوذ بك من النار وما قرب إليها من عمل.
والله تعالى أعلم.
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك.
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم.

@Ust Ridwan Arifin.

Selasa, 24 Juni 2014

Faedast hadist 2

Faidah Hadits

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : الدعاء هو العبادة. رواه أبو داود والترمذي واحمد.

Hadits ini semakna dengan firman Allah Ta'ala dalam Al Quran surat Ghafir ayat 60 :

وقال ربكم ادعوني أستجب لكم إن الذين يستكبرون عن عبادتي سيدخلون جهنم داخرين

Doa terbagi menjadi 2 : doa ibadah & doa masalah.

Perlu diketahui bahwa keduanya saling berkaitan karena didalamnya terkandung maksud pendekatan diri kepada Allah, baik dengan meminta agar didatangkan suatu manfaat & ditolak suatu mudhorot (dan inilah makna doa masalah) atau dengan beribadah kepada-Nya dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya (dan inilah makna doa ibadah).

Sehingga -dengan pengertian diatas- ibadah ini hanyalah untuk Allah & tidak boleh ditujukan kepada selain-Nya. Bila hal itu terjadi -ditujukan kepada selain Allah- maka ia telah berbuat syirik besar.

Gambarannya:
Seseorang yang memalingkan suatu ibadah kepada selain Allah, semisal bersujud kepada selain Allah, menyembelih bukan atas nama Allah, dll disertai pengagungan dan pendekatan diri kepadanya, maka ia telah berbuat syirik karena hal tersebut -ibadah disertai rasa pengagungan & pendekatan diri- merupakan kekhususan sifat uluhiyah Allah. Dan dia -dengan perbuatannya itu- telah menjadikannya sebagai tandingan Allah.

Dan juga seseorang yang berdoa, meminta kepada si mayit atau meminta hal-hal yang tidak bisa dipenuhi kecuali hanya Allah yang mampu mengabulkannya, semisal meminta diluaskan rezeki, dimudahkan segala urusan, dijauhkan dari bala bencana dll maka ia telah berbuat syirik besar. Mengapa? Karena ia tidak mungkin melakukan hal demikian kecuali berdasarkan keyakinannya bahwa pihak yang diminta memiliki kemampuan mengatur urusan alam semesta. Padahal, hanya Allah satu-satunya Dzat yang mencipta, memiliki dan mengatur alam semesta.

Dan syirik dalam doa merupakan hal yang sering & banyak terjadi ditengah-tengah masyarakat. Bahkan, bisa dikategorikan sebagai sumbernya syirik.
Dan selayaknya bagi seorang muslim untuk membentengi dirinya, keluarganya, dan masyarakat disekitarnya dari bahaya syirik. Yaitu dengan memahami makna & hakikat tauhid serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

اللهم إنا نعوذ بك أن نشرك بك ونحن نعلم ونسغفرك لما لا نعلم.
والله تعالى أعلم.
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك.
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

@Ust Ridwan Arifin (Pengasuh Program JODOH-Mahasiswa UIM semester akhir).